Showing posts with label Semi Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Semi Fiksi. Show all posts

Thursday, February 9, 2012

Halusinasi Manusia Biasa

Pernah keracunan makanan? atau memakan makanan yang belum pernah kamu makan sebelumnya?
Ini ceritaku,

Pada suatu hari, kumakan sebuah sajian yang nampak tak asing, serupa dengan martabak telur namun berbeda isi / Tak lama perutku mulai berontak, terasa kembung kekenyangan, sakit, seperti ibu hamil yang mengalami kontraksi / Satu jam berselang, panik menghampiri diriku akibat halusinasi / Seorang teman mecoba menenangkan / Katanya, " kontraksi seperti itu biasa. Namanya juga baru pertama kali makan. Tak  mungkinlah dirimu kala hanya dengan sebuah makanan" / " Semua ini dirimu yang ciptakan, enjoy sajalah, aman and everything's fine" / "Buat saja dirimu sendiri punya zona nyaman"/

Mengingat zona nyaman, yang ku tahu hanyalah rumah dan keluarga / Ku kenakan jaket dan helm, lekas ku menuju motorku yang ada si parkiran / "Tenang, I' fine. Aku bisa pulang ke rumah kok", diriku meyakinkan seorang teman yang lain /

"Semua ini dirimu yang ciptakan" tak bisa hilang dari kepalaku dan menemaniku di jalan pulang / Merangkak kata-kata itu semakin dalam ke alam bawah sadar ku /  semakin dalam, dan semakin dalam /

"Jalan pulang ini diriku yang ciptakan" | "Teman-teman tadi diriku yang ciptakan" | "Keluarga, kampus dan kehidupan pun diriku yang ciptakan" 
Seketika merasa menguasai sifat Ketuhanan. [Astaghfirullah]


Sampai suatu ketika, " Jalanan yang akan ku lalui nanti sudah terbiasa rusak, bagaimana jika kali ini kuciptakan yang bagus dan lebih halus. OK!" dan.. "DUG!", suara benturan roda  motorku dengan lubang yang cukup besar. "Hmm apa yang terjadi", benakku bertanya. "Baiklah aku ralat. Tuhan memberikan setiap manusia kuasa untuk menciptakan lingkungan, teman-teman, dan lainnya. Namun tak dapat dilakukan perubahan secara mendadak agar tatanan sosial tetap terjaga." / "Tuhan tidak ingin manusia lain terkejut karena tiba-tiba jalanan menjadi bagus akibat ulahku malam ini" / Pikirku

Perubahan teori dan hipotesaku terpercik bertepatan dengan tibanya aku didepan pintu rumah / Entah sejak kapan ini terjadi, aku tak menyadari / Mendapati pagar yang digembok, rasa penasaranku kembali memuncak / "Mungkin kali ini aku berhasil melakukannya" / Kucoba membuka gembok pagar itu tanpa kunci bak acara sulap di televisi / Kutarik nafas dan mulai menghitung dalam hati / 1... 2... 3... Baiklah kita sudahi saja Halusinasi Manusia Biasa ini